OBORBANGSA.COM, ACEH UTARA – Peristiwa Banjir, Pohon Tumbang dan Longsor saat ini terjadi di beberapa Kota besar di Indonesia. Dan di penghujung tahun terjadi juga banjir bandang dan tanah longsor menerpa Sumatra dan Aceh, yang saat ini pemerintah pusat masih berkonsentrasi melakukan pemulihan pasca bencana alam.
Sebagai tanggungjawab dan respon cepat dalam penanganan bencana alam, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melakukan peninjauan di beberapa lokasi di Indonesia untuk memastikan penanganan evakuasi dan pemulihan pasca bencana berjalan dengan baik secara optimal.
Saat ini, Kepala BNPB melakukan kunjungan ke Kabupaten Aceh untuk memastikan hunian sementara (Huntara) dapat dipergunakan sesuai rencana.
Kepala BNPB optimistis pengungsi yang merupakan warga terdampak banjir di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, sudah tinggal di hunian sementara (huntara).
Ia menyampaikan hal itu saat mengecek langsung progres pembangunan huntara bagi pengungsi banjir di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (22/1/2026).
Rencananya, pada 18 Februari 2026 seluruh pengungsi korban banjir tidak lagi tinggal di tenda pengungsian.
Pengungsi akan dipindahkan ke hunian sementara, sedangkan sebagian lainnya menetap sementara di rumah saudara atau keluarga.
“Kemungkinan pada 18 Februari sudah tidak ada lagi pengungsi di tenda,” kata Suharyanto dalam keterangan tertulis BNPB yang diterima pada Jumat (23/1/2026)
Suharyanto menjelaskan, di Aceh Utara pemerintah membangun empat ribu unit huntara yang sekaligus tahap pertama hunian tetap (huntap).
“Huntara yang dibangun di Aceh Utara sebanyak 4.000 unit. Jumlah ini diasumsikan sebagai tahap pertama pembangunan hunian tetap,” ujar dia.
“Memang jumlahnya sangat besar, dan saat ini progresnya baru sekitar 30 persen.”
Ia menegaskan pengungsi yang memilih tinggal di rumah keluarga akan diberikan dana tunggu hunian sebesar Rp600.000 per kepala keluarga per bulan selama enam bulan.
Menurutnya, dalam jangka waktu enam bulan tersebut pembangunan hunian tetap diharapkan dapat diselesaikan.
“Tantangannya memang jumlahnya sangat besar, sehingga harus dikerjakan dalam waktu yang cepat,” tuturnya.
Selain BNPB, pembangunan hunian juga melibatkan Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, TNI, Polri serta sejumlah lembaga lainnya.
Usai mengecek pembangunan hunian, Kepala BNPB juga menyusuri aliran Sungai Jambo Aye di desa Seulemak Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara menggunakan perahu bermesin untuk melihat langsung sejumlah titik terdampak banjir yang belum dapat diakses melalui jalur darat.
Pengecekan dilakukan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.













