Kepala BNPB Salurkan Bantuan untuk 685 Pengungsi Longsor Cisarua Bandung Barat

OBORBANGSA.COM, BANDUNG BARAT – Bencana longsor yang menerjang Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat menerjang sekitar 30 rumah berisi 34 kepala keluarga (KK) dengan 113 jiwa pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan jumlah pengungsi longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, mencapai 685 jiwa per Selasa (27/1/2026).

“Jumlah pengungsi yang berada di Kantor Desa Pasirlangu mencapai 685 jiwa, dengan rincian GOR desa 353 jiwa dan aula desa 332 jiwa,” ungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyatno.

Ia menambahkan, BNPB telah menyalurkan sejumlah bantuan untuk mendukung kebutuhan dasar para pengungsi.

“Berupa 200 paket sembako, 100 pouch makanan siap saji, 50 kasur lipat, 100 pcs selimut, 100 matras, dan 50 paket alat kebersihan,” sebutnya.

Terkait perkembangan identifikasi korban, ia mengungkapkan tim Disaster Victim Identification (DVI) telah berhasil mengindentifikasi 20 jenazah korban longsor di Bandung Barat per Selasa.

“Jenazah yang sudah teridentifikasi kini sudah diserahkan kepada pihak keluarga korban,” jelasnya.

Ia membeberkan, dari data sementara per Senin (26/1/2026) pukul 18.30 WIB, tim SAR gabungan telah mengirimkan total 38 kantong jenazah untuk diidentifikasi.

Dia menyebut terdapat 18 kantong jenazah yang masih dalam proses identifikasi.

Letjen TNI Suharyatno menambahkan, operasi pencarian dan pertolongan hari keempat atau Selasa (27/1/2026) dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.

“Penambahan alat berat juga dikerahkan hari ini untuk memperluas pencarian di sektor A dan sektor B. Sedikitnya 9 ekskavator dikerahkan hari ini dalam proses pencarian,” paparnya.

Ia mengatakan tim SAR gabungan yang dikerahkan mencapai 800 personel.

“Seluruhnya bekerja sama dalam upaya operasi pencarian dan pertolongan,” ungkapnya.

Menurut keterangan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, ada dua titik longsor di Bandung Barat.

“Jadi hari ini memang terjadi dua longsoran ya, terjadi di Bandung Barat. Yang pertama di Pasirlangu, yang kedua terjadi di Lembang,” ujarnya

Teten mengatakan longsor itu diduga terjadi karena intensitas hujan cukup tinggi. Ia juga menyebut daerah itu cukup rawan longsor berdasarkan kajian risiko bencana.

“Kami melihat di seputar ini juga ada perubahan-perubahan fungsi lahan,” bebernya.

Kata dia, perubahan fungsi lahan tersebut mengakibatkan kejenuhan air sehingga terjadi banjir dan longsor.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *