Ngaku Dekat Sekko dan Ketua Ormas PP, Berkas Kost Andre Ambruk di Citata—Seret Nama, Salahkan Orang!

OBORBANGSA.COM, JAKARTA BARAT — Drama perizinan kost-kostan milik Andre makin panas dan penuh kontroversi. Lima berkas yang diajukan ke Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) Jakarta Barat tak kunjung lolos ke tahap PTSP. Bukannya beres, justru makin kusut.

Di lapangan, Andre disebut-sebut kerap “jualan nama”—membawa-bawa pejabat Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat, bahkan mengklaim diri sebagai Ketua ormas Pemuda Pancasila (PP) Jakarta Barat. Gaya ini seolah ingin menunjukkan punya “beking kuat”.

Tapi realitanya? Mentok total.

Fakta keras datang dari internal Citata. Saat dikonfirmasi, salah satu pegawai membongkar penyebab utama berkas itu tak bergerak.

“ Karena gambar dan fisik di lapangan tidak sesuai,” tegasnya, Selasa (31/3/2026).

Pernyataan itu seperti tamparan telak. Masalahnya bukan di meja birokrasi, tapi di dugaan ketidaksesuaian bangunan dengan dokumen—pelanggaran teknis yang jelas jadi rem utama.
Alih-alih berbenah, Andre justru melancarkan serangan balik. Ia menyeret nama Maulen Munte dan menyebut pihak tersebut tak becus mengurus berkasnya.

“Dia bilang bisa ngurus, ternyata nggak bisa juga,” cetusnya ke wartawan.

Publik pun melihat pola yang mulai terbaca: klaim kedekatan dengan pejabat, bawa nama ormas, hingga saling lempar tanggung jawab saat berkas mentok.

Pertanyaannya kini makin tajam:
Benarkah ada upaya “menekan” proses dengan mengandalkan nama besar? Atau ini sekadar manuver untuk menutupi persoalan administrasi yang bermasalah sejak awal?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak yang disebut. Sementara Citata Jakarta Barat tetap bergeming—aturan teknis tak bisa dinegosiasikan.

Kasus ini jadi alarm keras: di balik klaim “orang kuat”, fakta di lapangan tetap yang menentukan. Dan ketika data tak sinkron, semua nama besar pun tak akan menyelamatkan. (Mega)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *