OBORBANGSA.COM,- Tangerang, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui pengembangan budidaya kangkung dengan metode hidroponik, Jumat (6/3). Program ini merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan berorientasi pada peningkatan keterampilan Warga Binaan, sekaligus mendukung upaya ketahanan pangan di lingkungan Lapas.
Pengembangan budidaya kangkung hidroponik ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi dan adaptasi terhadap tantangan yang dihadapi dalam kegiatan pertanian sebelumnya. Pada periode panen bulan lalu, kegiatan budidaya berbasis tanah mengalami kegagalan hingga hampir 80% dari total hasil yang diharapkan, yang dipengaruhi oleh tingginya intensitas curah hujan. Kondisi cuaca yang tidak menentu tersebut mendorong Lapas Kelas I Tangerang untuk mengembangkan metode pertanian yang lebih adaptif, salah satunya melalui sistem hidroponik.
Metode hidroponik dinilai mampu menjadi solusi alternatif karena tidak bergantung pada media tanah serta lebih terkendali dalam pengelolaannya. Selain itu, metode ini juga memungkinkan pemanfaatan lahan terbatas di lingkungan Lapas secara lebih optimal sehingga tetap dapat menghasilkan tanaman yang produktif dan berkualitas.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan bahwa inovasi budidaya hidroponik merupakan langkah strategis untuk memastikan kegiatan pembinaan kemandirian tetap berjalan optimal meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Budidaya hidroponik ini kami kembangkan sebagai solusi untuk memanfaatkan lahan yang terbatas sekaligus mengantisipasi kendala yang kerap muncul akibat curah hujan tinggi. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan yang bermanfaat bagi Warga Binaan sebagai bekal setelah mereka kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Program budidaya hidroponik ini dilaksanakan di bawah koordinasi Seksi Bimbingan Kerja Lapas Kelas I Tangerang dengan melibatkan Warga Binaan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Mulai dari proses penyemaian benih, pemeliharaan tanaman, hingga masa panen dilakukan secara langsung oleh Warga Binaan dengan pendampingan petugas pembina.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Tangerang, Aris Supriyadi, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya difokuskan pada hasil produksi pertanian, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran keterampilan pertanian modern bagi Warga Binaan.
“Kami mendorong Warga Binaan untuk memahami proses budidaya secara menyeluruh. Dengan keterlibatan langsung pada setiap tahapan kegiatan, mereka diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pembinaan, khususnya dalam mengembangkan usaha pertanian skala kecil,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengaku mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru melalui program budidaya hidroponik yang dijalankan di Lapas.
“Kami belajar banyak hal tentang cara menanam dengan sistem hidroponik, mulai dari penyemaian, pengaturan nutrisi, hingga perawatannya. Ilmu ini sangat bermanfaat bagi kami, karena metode hidroponik bisa dilakukan meskipun dengan lahan yang terbatas. Harapannya nanti bisa kami terapkan setelah bebas,” ungkap Gareng (inisial).
Melalui pengembangan budidaya kangkung hidroponik ini, Lapas Kelas I Tangerang kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program pembinaan yang adaptif, produktif, dan berdampak nyata. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan Warga Binaan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di lingkungan Lapas serta mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang lebih mandiri dan berdaya guna.













