OBORBANGSA.COM,- Tangerang – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan di Boen Tek Bio, Kota Tangerang, Banten. Mengusung tema “Bangkit Bersama, Melangkah Maju”, perayaan tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus harapan baru bagi umat dan masyarakat lintas budaya di Kota Akhlakul Karimah.Selasa (17/2/2026)
Ketua Perkumpulan Boen Tek Bio, Romo Ruby Santamoko, S.Ag., M.MPd, dalam sambutannya menegaskan bahwa Imlek bukan sekadar perayaan pergantian tahun, tetapi momentum spiritual untuk memperkuat persaudaraan dan membangun optimisme.
“Tahun baru Imlek 2577 adalah ajakan untuk bangkit bersama, tanpa memandang latar belakang. Kita melangkah maju dengan semangat gotong royong, menjaga harmoni, dan mempererat toleransi yang sudah lama terjalin di Kota Tangerang,” ujar Romo Ruby di hadapan umat dan tamu undangan.
Sejarah Panjang Boen Tek Bio
Klenteng Boen Tek Bio bukanlah bangunan biasa. Ia adalah salah satu klenteng tertua di Tangerang, bahkan termasuk yang tertua di wilayah Banten. Berdiri sejak tahun 1684, Boen Tek Bio telah menjadi saksi perjalanan sejarah komunitas Tionghoa Benteng di Tangerang.
Nama “Boen Tek Bio” memiliki makna mendalam. “Boen” berarti sastra atau budaya, “Tek” berarti kebajikan atau moralitas, dan “Bio” berarti tempat ibadah atau kelenteng. Secara filosofis, Boen Tek Bio dimaknai sebagai tempat suci untuk menumbuhkan kebajikan dan keluhuran budi.
Sejak masa kolonial hingga era kemerdekaan, klenteng ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah umat Tridharma (Konghucu, Tao, dan Buddha), tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, dan pendidikan masyarakat Tionghoa Benteng. Tradisi seperti kirab Gotong Toapekong dan berbagai kegiatan sosial lintas agama lahir dan berkembang dari halaman klenteng ini.
Romo Ruby menjelaskan bahwa eksistensi Boen Tek Bio selama lebih dari tiga abad adalah bukti kuatnya semangat persatuan.
“Kami berdiri di atas sejarah panjang toleransi. Sejak abad ke-17, Boen Tek Bio sudah menjadi bagian dari denyut nadi Kota Tangerang. Nilai kebajikan dan persaudaraan adalah warisan yang harus kita jaga bersama,” tuturnya.
Makna Imlek 2577: Tahun Penuh Harapan
Dalam penanggalan Tionghoa, tahun 2577 Kongzili yang bertepatan dengan 2026 Masehi diyakini membawa energi baru yang sarat makna. Tahun ini dimaknai sebagai simbol keteguhan, transformasi, dan kemajuan yang terukur.
Romo Ruby mengajak umat untuk menjadikan Imlek sebagai momentum introspeksi.
“Bangkit bukan berarti melupakan masa lalu, tetapi belajar darinya. Melangkah maju berarti berani berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya. Kita ingin generasi muda memahami sejarahnya, mencintai budayanya, dan mampu berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya panjang.
Ia juga menekankan bahwa semangat Imlek 2577 harus diterjemahkan dalam aksi nyata: memperkuat solidaritas sosial, membantu sesama yang membutuhkan, dan menjaga kerukunan antarumat beragama.
Harmoni di Kota Tangerang
Perayaan Imlek di Boen Tek Bio tahun ini dihadiri berbagai unsur masyarakat, tokoh lintas agama, serta perwakilan pemerintah daerah. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya toleransi di Kota Tangerang.
Suasana klenteng dipenuhi lampion merah yang melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Doa-doa dipanjatkan dengan khusyuk, sementara pertunjukan budaya menambah semarak perayaan.
Seorang tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan bahwa Boen Tek Bio telah menjadi ikon harmoni di Tangerang.
“Di tempat ini kita belajar bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirawat. Semangat ‘Bangkit Bersama, Melangkah Maju’ sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini,” ujarnya.
Komitmen ke Depan
Menutup dalam keterangannya, Romo Ruby Santamoko menegaskan komitmen Perkumpulan Boen Tek Bio untuk terus berperan aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan.
“Kami ingin Boen Tek Bio bukan hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga pusat penggerak kebajikan. Dari Tangerang, kita kirimkan pesan damai untuk Indonesia,” pungkasnya.
Imlek 2577 pun menjadi lebih dari sekadar perayaan budaya. Ia menjelma sebagai momentum kolektif untuk memperkuat persatuan, menjaga warisan sejarah, dan melangkah maju menuju masa depan yang lebih harmonis.(Aderiza)













