Oborbangsa.com JAKARTA – Ketua Umum Relawan ALL CIPAYUNG Prabowo-Gibran, David Pajung, menyoroti keras pernyataan pengamat politik Saiful Mujani yang dianggap mengajak masyarakat untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Menurut David, ucapan tersebut hanyalah provokasi dan opini jalanan yang jauh dari kaidah akademis.
David yang juga dikenal sebagai aktivis 1998 dan alumni Lemhannas RI menegaskan, tidak ada satupun parameter atau pelanggaran konstitusi yang dilakukan Presiden Prabowo yang bisa dijadikan dasar untuk melengserkannya dari jabatan.
“Pernyataan Saiful Mujani menggambarkan dia tidak paham konstitusi dan tidak memberikan pendidikan politik yang benar sebagai seorang akademisi. Dia justru lebih merepresentasikan opini jalanan dan sangat partisan,” tegas David dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).
Di tengah berbagai tantangan global akibat konflik Timur Tengah dan dinamika ekonomi dunia, David menilai seharusnya seluruh elemen bangsa bersatu memberikan dukungan dan masukan yang konstruktif, bukan justru meruntuhkan semangat pemerintah.
Justru, lanjut David, kebijakan pemerintah saat ini patut diapresiasi, salah satunya adalah ketegasan menahan kenaikan harga BBM subsidi. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa ketahanan energi Indonesia kuat dan mampu menahan gejolak krisis energi dunia yang saat ini dialami banyak negara lain.
“Di saat negara lain sudah menaikkan harga BBM dalam negeri mereka, Indonesia mampu bertahan. Itu tanda bahwa manajemen pemerintahan saat ini mampu menjaga stabilitas,” ujarnya.
David juga mendukung penuh pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang mengimbau seluruh rakyat untuk tetap kompak dan bersatu menghadapi tantangan kebangsaan. Menurutnya, seruan tersebut sangat kontekstual dan dibutuhkan saat ini.
Sebagai penutup, David mengingatkan bahwa sebagai akademisi dan penggiat demokrasi, Saiful Mujani seharusnya lebih bijak. Apalagi pernyataan kontroversial itu disampaikan dalam acara silaturahmi dan Halal bihalal yang seharusnya penuh nuansa kekeluargaan, kedamaian, dan optimisme.
“Seharusnya membawa kesejukan, bukan justru memicu polemik baru dan menciptakan disharmoni sosial serta politik di tengah masyarakat,” pungkas David Pajung.













