Kepala BNPB: Fenomena Tanah Bergerak Terjadi di Tegal Jawa Tengah

OBORBANGSA.COM, TEGAL – Fenomena tanah bergerak terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah mengejutkan banyak pihak. Kemungkinan kejadian tanah bergerak berpotensi bertambah seiring masih terjadinya fenomena tersebu.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebut jumlah warga terdampak tanah bergerak mencapai 1.696 orang. Saat ini tengah mengungsi ke tempat yang lebih aman

“Sebanyak 1.686 warga Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengungsi ke lokasi yang lebih aman setelah permukiman mereka dilanda fenomena pergerakan tanah. Peristiwa ini terjadi pada Senin (2/2), pukul 19.00 WIB,” ucapnya.

Letjen TNI Suharyanto menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima BNPB pada Kamis, jumlah keluarga terdampak mencapai 295 keluarga.

Menurutnya, jumlah tersebut berpotensi bertambah seiring fenomena tanah bergerakyang masih terjadi.

“Laporan terkini yang diterima oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (5/2), jumlah warga terdampak peristiwa ini mencapai 295 Kepala Keluarga dan berpotensi bertambah seiring pergerakan tanah yang masih terus terjadi hingga saat ini,” ucapnya.

Ia menuturkan, peristiwa itu bukan hanya berdampak pada permukiman warga, tetapi juga pada Pondok Pesanten (ponpes) Al-Adalah di desa tersebut.

“Gedung pesantren ambruk. Hal ini membuat pengurus pondok pesantren harus mengungsikan para santri,” tuturnya.

“Rincian pengungsi per Kamis (5/2) malam terdiri dari 1.160 warga dan 526 santri Ponpes Al Adalah. Adapun lokasi pengungsian tersebar di enam titik yaitu di Majlis Az Zikir WA Rotiban, gedung SDN 2 Padasari, Dukkuh Lebak, Majelis D. Pengasinan, Ponpes Dawuhan, gedung serbaguna Desa Penujah, dan beberapa rumah warga,” ucapnya.

Ia menambahkan, berdasarkan kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah dan BPBD Kabupaten Tegal, ratusan bangunan terdampak.

“Kerugian material terdampak dari pergerakan tanah ini antara lain 464 rumah warga, 205 unit rumah rusak berat, tujuh unit fasilitas pendidikan, satu fasilitas ibadah, 1 fasilitas kesehatan, 1 bendung irigasi, 1 jembatan desa, 3 titik jalan desa dan kabupaten, serta kantor desa Padasari.”

BPBD setempat bersama pemerintah daerah telah mengaktivasi posko penanganan darurat. Selain pos pengungsian, dapur umum didirikan di empat lokasi.

Sementata, pihak Dinas kesehatan menyiagakan mobil cek kesehatan dengan tenaga medis dan obat-obatan. Tim SAR mengevakuasi warga ke lokasi aman ataupun pengungsian.

“Hingga saat ini, evakuasi lanjutan masih terus dilaksanakan. Pemerintah setempat mencari lahan untuk lokasi hunian sementara warga terdampak sembari menunggu rekomendasi teknis keamanan lahan dari Badan Geologi,” tuturnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *