OBORBANGSA.COM, JAWA TENGAH – Terjadi banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengganggu jalur kereta api lintas utara rute Jakarta-Surabaya setelah rel terendam air di kilometer (Km) 32 pada petak antara Karangjati dan Gubug.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa petugas tim gabungan saat ini masih melakukan pengamanan dan penanganan guna memastikan keselamatan operasional perjalanan kereta.
BNPB mengkonfirmasi banjir terjadi pada Senin (16/2) pukul 02.00 WIB terjadi setelah hujan berintensitas tinggi sejak Minggu (15/2) malam hingga Senin pagi serta kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, dan Sungai Tuntang menyebabkan sungai meluap.
Secara keseluruhan, banjir merendam 34 desa di sembilan kecamatan dengan total 5.214 kepala keluarga (KK) terdampak dan satu unit rumah rusak berat.
Selain menggenangi permukiman, banjir juga menyebabkan sejumlah tanggul jebol, antara lain di Sungai Cabean dan Sungai Jratun di Kecamatan Tegowanu serta Sungai Jajar Baru di Kecamatan Karangrayung, Jawa Tengah.
Di Kecamatan Purwodadi, genangan masih terjadi di sejumlah wilayah dengan ketinggian air mencapai satu meter di Perumahan Permata Hijau, sementara beberapa kecamatan lain dilaporkan berangsur surut.
Hingga pukul 14.00 WIB, tinggi muka air di Bendung Sedadi tercatat 26,68 meter dpl atau berada pada level siaga dan menunjukkan tren penurunan, meski di Pos Menduran debit air terpantau meningkat.
BNPB bersama BPBD dan instansi terkait terus melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi warga, distribusi logistik, serta penguatan tanggul, dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat prakiraan hujan masih berlanjut dalam dua hari ke depan.













