Lurah Kalisari Dicopot, Buntut Manipulasi Aduan Warga Pakai Foto AI

OBORBANGSA.COM, JAKARTA – Lurah Kalisari, Siti Nurhasanah, akhirnya resmi dicopot dari jabatannya. Keputusan sanksi tegas oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyusul adanya temuan penyimpangan berupa penggunaan foto hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam laporan penanganan aduan masyarakat mengenai parkir liar, pada Selasa (7/4/2026)

Kasus ini berawal ketika seorang warga melaporkan adanya pemblokiran jalan akibat parkir liar di Jalan Damai, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

Alih-alih melakukan penertiban nyata di lapangan, namun pihak Kelurahan justru merespons dengan mengunggah foto yang telah diedit menggunakan teknologi AI.

Dalam foto tersebut, deretan kendaraan yang semula memadati jalan terlihat hilang secara tiba-tiba. Namun, rekayasa ini meninggalkan jejak yang mencolok, seperti perubahan bentuk seragam petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang tidak wajar, sehingga menimbulkan kecurigaan dan akhirnya viral di media sosial.

Kemudian Inspektorat Provinsi DKI Jakarta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kasus ini.

Berdasarkan hasil audit, terbukti adanya ketidaksesuaian antara laporan yang disampaikan dengan kondisi riil di lapangan, yang dinilai sebagai bentuk manipulasi data dan pelanggaran terhadap prinsip akuntabilitas pelayanan publik.

Selain mencopot Lurah Kalisari, Kepala Seksi Pemerintahan beserta Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Kalisari juga dikenakan hukuman disiplin dan pembinaan.

Sedangkan tiga orang petugas PPSU yang terbukti terlibat dalam pembuatan foto rekayasa bakal dikenakan sanksi sesuai ketentuan kontrak kerja, termasuk ancaman pemutusan hubungan kerja.

Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Dhany Sukma juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi yang digaungkan pemerintah daerah.

“Kami akan terus memperkuat pengawasan dan memastikan setiap aduan masyarakat ditangani dengan jujur, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini bukan hanya soal sanksi, tapi juga perbaikan sistem menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” bebernya.

“Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh aparat pemerintah untuk selalu menjaga integritas dan kejujuran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” sambung Dhany.

(Herman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *