Tragedi Perlintasan Alas Tua Semanan, Bagai Bom Waktu Menanti Korban

Sebuah motor yang tertabrak Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta di perlintasan sebidang Alas Tua, Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat pada Senin (23/2).(ist)

OBORBANGSA.COM, JAKARTA – Seorang pengendara motor korban berinisial A (52) yang tewas seketika setelah tertabrak kereta api (KA) Bandara Soekarno-Hatta di perlintasan sebidang Alas Tua, Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin (23/2/2026) menambah daftar panjang korban kecelakaan dikawasan itu.

Perlintasan kereta yang tidak memiliki palang pintu otomatis yang banyak menelan korban pengendara, kembali menjadi tanda tanya besar mengenai keamanan perlintasan sebidang.

Kecelakaan ini bukan sekadar insiden tunggal, melainkan sebuah cerminan dari permasalahan yang lebih kompleks terkait infrastruktur, regulasi, dan perilaku pengguna jalan.

Jika perlintasan tersebut telah dilengkapi dengan fasilitas keamanan yang memadai, seperti palang pintu, sinyal peringatan, dan rambu-rambu lalu lintas? Apakah rambu-rambu tersebut terlihat jelas dan berfungsi dengan baik? Apakah ada petugas yang berjaga di perlintasan tersebut untuk mengatur lalu lintas dan memberikan peringatan kepada pengguna jalan?.

Selain itu, perlu juga dipertanyakan mengenai tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas di perlintasan kereta api.

Apakah korban telah berhati- hati dan memperhatikan kondisi sekitar sebelum melintasi rel kereta api? Apakah korban berusaha menerobos perlintasan saat sinyal peringatan sudah berbunyi atau palang pintu sudah mulai menutup?.

Kecelakaan tragis menelan korban jiwa di perlintasan kereta api Alas Tua, pada Senin 23 Februari 2026 menjadi peringatan keras bagi semua lapisan masyarakat, mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, khususnya di perlintasan sebidang.

Perlu adanya kesadaran kolektif dengan melibatkan pihak-pihak terkait untuk menciptakan lingkungan berlalu lintas yang aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.

Pemasangan spanduk peringatan di perlintasan sebidang sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mengurangi angka kecelakaan, dan meminimalisir pelanggaran lalu lintas.

Mari jadikan perlintasan kereta api sebagai jalan raya yang aman dan nyaman bagi semua pengendara.

Kematian A (52) di perlintasan kereta di Alas Tua bukan sekadar angka statistik. Ia merupakan seorang ayah, atau sosok suami dari seorang istri bersama anak-anaknya yang ditinggal pergi selamanya. Semoga keluarga almarhum yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga arwahnya mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Tragedi ini menjadi momentum bagi perubahan yang lebih baik dalam sistem transportasi kereta api di Indonesia, khususnya dalam hal keselamatan di perlintasan kereta api. Jangan sampai ada lagi nyawa yang melayang sia-sia akibat kelalaian dan ketidakpedulian.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *