Kepala BNPB Waspadai Tanah Bergerak di Tegal Masih Aktif 

OBORBANGSA.COM, TEGAL – Fenomena tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih aktif hingga Selasa (10/2/2026). Akibatnya ratusan rumah warga rusak parah dan ribuan warga mengungsi ke tempat lebih baik dan nyaman.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan jumlah warga yang mesti mengungsi akibat tanah bergerak terus bertambah pada pekan ini. Menurut data BNPB per Minggu (8/2/2026), jumlah pengungsi akibat tanah bergerak mencapai 2.453 jiwa.

Dilansir dari Antara, BNPB mencatat warga yang mengungsi terdiri atas 945 laki-laki dan 982 perempuan. Pengungsi juga termasuk 220 lansia, 3 ibu hamil, 3 ibu menyusui, 179 anak, 40 balita, dan 65 batita.

Letjen TNI Suharyanto menyebut petugas BNPB dan pemerintah daerah bersiaga di lokasi terdampak untuk penanganan darurat. Tim juga menyalurkan bantuan logistik dan makanan untuk para pengungsi.

Selain pemenuhan kebutuhan dasar, ia menuturkan, penanganan difokuskan secara paralel pada pendataan warga terdampak, serta pencarian lokasi pembangunan hunian sementara bagi warga yang terdampak langsung pergerakan tanah.

Adapun para pengungsi difokuskan di 8 titik tempat pengungsian, yakni Majelis Az Zikir wa Rotibain, Majelis dan Dukuh Pengasinan, SD Negeri 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Pondok Pesantren Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, dan Desa Mokaha di Kecamatan Jatinegara.

Selain itu, Kepala BNPB mengatakan dinas terkait tengah melakukan verifikasi dan pemutakhiran data warga terdampak untuk penerbitan surat keputusan kebutuhan hunian sementara.

BNPB juga memberikan pendampingan bagi tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan asesmen kelayakan lahan hunian sementara dan rencana relokasi warga.

Diberitakan sebelumnya, fenomena tanah bergerak di Kabupaten Tegal dilaporkan berdampak paling parah di dua dusun, yakni Padareka dan Tigasari. Sebanyak 465 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, 250 unit di antaranya rusak berat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *