PT PEMA Butuh Pemimpin Kolaboratif, Mampu Bangun Sinergi BUMD se-Aceh

OBORBANGSA.COM, BANDA ACEH – PT Pembangunan Aceh (PT PEMA) dinilai membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya piawai mengelola perusahaan, tetapi juga mampu membangun kolaborasi dan memperkuat sinergi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kabupaten/kota di seluruh Aceh.

Sebagai perusahaan strategis milik Pemerintah Aceh, PT PEMA diharapkan tidak lagi bergerak sendiri sebagai entitas bisnis semata, melainkan menjadi motor penggerak yang mampu mengonsolidasikan potensi ekonomi daerah melalui kemitraan yang kuat dengan pemerintah kabupaten/kota beserta BUMD di masing-masing wilayah.

Pengamat menilai, direktur utama PT PEMA ke depan harus memiliki sedikitnya tiga kompetensi utama, yakni kemampuan manajerial bisnis yang kuat, kecakapan membangun komunikasi, serta kemampuan menjalin kemitraan strategis dengan seluruh BUMD di Aceh.

Potensi ekonomi Aceh yang tersebar di berbagai daerah dinilai perlu disatukan dalam satu ekosistem kerja sama yang saling menguatkan. Sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui kolaborasi di berbagai sektor strategis, seperti energi dan migas, pertambangan, perdagangan, jasa, pangan, perkebunan, infrastruktur, logistik, hingga pengelolaan aset daerah.

Dalam skema tersebut, PT PEMA diharapkan berperan sebagai agregator sekaligus mitra strategis yang mampu menghubungkan berbagai potensi daerah. Sementara itu, BUMD kabupaten/kota menjadi mitra operasional yang memahami karakteristik, peluang, dan kebutuhan ekonomi di wilayah masing-masing.

Dengan pola demikian, PT PEMA tidak hanya menjadi perusahaan milik Pemerintah Aceh, tetapi juga berkembang menjadi pusat kolaborasi seluruh BUMD di Aceh guna memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan.

Hubungan antara PT PEMA dan BUMD kabupaten/kota juga dinilai perlu bergeser dari pola hierarkis menjadi hubungan kemitraan yang setara, profesional, transparan, dan saling menguntungkan sehingga mampu menciptakan iklim investasi dan bisnis yang lebih sehat.

Di tengah munculnya berbagai nama yang disebut layak memimpin PT PEMA, salah satu sosok yang dinilai memenuhi kriteria tersebut adalah Muntasir, yang akrab disapa Pang Age. Saat ini ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Aceh Timur Energi dan Mineral (ATEM).

Muntasir dinilai memiliki pengalaman dalam mengelola perusahaan, membangun jejaring kemitraan, memahami karakteristik ekonomi Aceh, serta memiliki kemampuan menjembatani kepentingan Pemerintah Aceh dengan pemerintah kabupaten/kota.

Pada akhirnya, keberhasilan PT PEMA tidak hanya diukur dari besarnya laba perusahaan, tetapi juga dari sejauh mana perusahaan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian Aceh, seperti membuka lapangan kerja, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperkuat kapasitas BUMD kabupaten/kota, serta memastikan potensi ekonomi daerah memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Karena itu, PT PEMA dinilai membutuhkan pemimpin yang bukan sekadar mampu mengelola perusahaan, melainkan juga mampu menyatukan kekuatan ekonomi daerah melalui kolaborasi yang erat. Sebab, masa depan perekonomian Aceh diyakini hanya dapat dibangun melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk BUMD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. (Mega)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *