Dosa dan Kesalahan Purbaya Sebabkan Berhentinya Roda Perekonomian Nasional

‎OBORBANGSA.COM, JAKARTA – ‎Langkah penyelamatan keuangan negara sebagai penggerak ekonomi nasional dengan mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa dinilai tepat oleh banyak pakar dan pengamat ekonomi. Sejak awal dilantik menjadi Menteri Keuangan, Purbaya langsung membuat pernyataan kontroversi yang membuat pasar keuangan bergerak turun, dan muncul sentiment negatif dari investor.

‎Pengamat politik dan ekonomi Adi Prayitno dalam Primetime News Metro TV, Selasa 16 September 2026 mengatakan, “Kalau kita mau lihat indikasi ekonomi rata-rata secara umum misalnya soal daya beli Masyarakat secara umum itu kan per hari ini banyak sekali yang mengeluhkan.”

‎Purbaya dianggap berbohong saat mengatakan perekonomian nasional tumbuh 5,6 %, karena data tersebut dianggap tidak valid dengan pergerakan ekonomi di lapangan. Ferry Irwandi bahkan bahkan berani menghitung dan menyebutkan kalau pertumbuhan ekonomi nasional sebenarnya hanya 4,6 %.

<span;>‎Di awal menjabat Menteri Keuangan, Purbaya langsung memberikan komentar terkait tuntutan Masyarakat 17+8 mengenai perbaikan sektor ekonomi riil, dengan menyatakan, ‘Mungkin hidupnya masih kurang.’ Komentar tersebut bukan hanya disambut dingin Masyarakat, melainkan juga pelaku usaha. Tuntutan Masyarakat 17+8 juga dianggap Purbaya merupakan tuntutan dari Sebagian kecil Masyarakat, tanpa mencari data akurat mengenai point tuntutan tersebut.

Kesalahan Purbaya selanjutnya Adalah mengguyur Rp200 Triliun ke Bank Himbara dengan tujuan meningkatkan likuiditas perbankan dan mendorong penyaluran kredit sehingga aktivitas ekonomi Kembali bergerak. Namun, Purbaya tidak melihat bahwa Himbara masih punya cukup saldo untuk kredit, sehingga terjadi penumpukan saldo yang tidak bergerak, dan likuiditas yang diharapkan tidak terjadi.

Ekonom senior Icsanuddin Noorsy menilai bahwa kesalahan Purbaya sejak awal adalah kurang tepat dalam menentukan kebujakan fiskal disaat kondisi geopolitik internasional sedang memanas, sehingga pasar beraksi negatif, yang tentu saja berdampak pada jatuhnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat.

‎Suahasil Nazara dipilih Presiden Prabowo dengan perhitungan matang, tentu dengan tujuan stabilitas ekonomi nasional. Sosok dan rekam jejak ekonom senior yang punya ketenangan dan analisa detail dalam pengambilan Keputusan, akan dapat merecovery kondisi ekonomi nasional yang sempat jatuh kemarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *