OBORBANGSA.COM, KOTA TANGERANG — Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Kota Tangerang siap untuk jadi yang terbaik pada Pekan Olahraga Tradisional Daerah (Potradda) III Banten 28 – 30 Oktober 2026 di Kota Cilegon.
Dengan semangat kebersamaan, kedisiplinan dan tekad meraih prestasi, para atlet, pelatih serta pengurus bersinergi mempersiapkan diri untuk memberikan penampilan terbaik bagi Kota Tangerang.
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, melepas Kontingen Kota Tangerang yang akan berlomba di arena Potradda III Banten 2026 di Kota Cilegon, Rabu siang 28 Oktober 2026. Pelepasan tersebut dilakukan di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang dihadiri pula Ketua Portina Kota Tangerang Lilik Yulianto.
Kaonang menegaskan, Portina dalam ajang Potradda III Banten buka sekedar pelestari olahraga tradisional. Tetapi ada yang harus dicapai yakni juara.
“Pemerintah Kota Tangerang melalui Dispora mengupayakan fasilitas beasiswa kuliah gratis bagi pegiat olahraga Portina Kota Tangerang yang mampu berprestasi di arena nasional. Maka bersungguh-sungguh dalam berlomba untuk mencapai prestasi juara,” terang Kaonang.
Ketua Portina Kota Tangerang, Lilik Yulianto menegaskan persiapan yang matang, kedisiplinan atlet, serta kekompakan seluruh elemen kontingen menjadi modal penting dalam menghadapi kompetisi.
“Potradda III Banten menjadi momentum bagi Portina Kota Tangerang untuk menunjukkan olahraga tradisional memiliki potensi besar dalam melahirkan prestasi sekaligus menjaga warisan budaya bangsa,” ungkap Lilik.
Ia berharap seluruh pegiat olahraga Portina Kota Tangerang dapat berlomba dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas dan memberikan hasil terbaik untuk Kota Tangerang.
Sementara itu, Alfian Fitrohzal, yang aktif menggerakkan olahraga tradisional di Kota Tangerang, menilai Potradda III Banten kesempatan penting untuk memperluas minat generasi muda terhadap olahraga tradisional.
Menurutnya olahraga tradisional tidak boleh hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi harus terus dikembangkan menjadi aktivitas yang diminati anak-anak muda, memiliki ruang pembinaan yang berkelanjutan dan mampu melahirkan atlet berprestasi.
“Olahraga tradisional bukan sekadar permainan warisan leluhur. Di dalamnya ada nilai kedisiplinan, kerja sama, sportivitas, perjuangan dan kebanggaan terhadap budaya bangsa. Tugas kita bersama adalah menjaga tradisi ini agar tetap hidup dan berkembang, sekaligus membuktikan bahwa dari tradisi kita bisa melahirkan prestasi,” ungkap Alfian.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak, mulai dari pengurus, pelatih, komunitas, sekolah, hingga masyarakat, untuk menjadikan olahraga tradisional semakin dikenal dan diminati generasi muda.
“Kami berharap para atlet tampil percaya diri, saling mendukung, menjaga sportivitas, dan berjuang sampai akhir. Apa pun hasilnya, berikan yang terbaik dan bawa nama Kota Tangerang dengan penuh kebanggaan,” ujar Alfian.
Semangat menghadapi Potradda III Banten juga datang dari jajaran pelatih olahraga tradisional, Muhammad Kurniadi, Priyanto, Ahmad Gumrowi, dan Mahtum. Keempatnya terus mendorong para atlet agar menjalani latihan dengan sungguh-sungguh, menjaga disiplin, meningkatkan kemampuan, serta membangun mental bertanding yang kuat.
Para pelatih menekankan keberhasilan dalam pertandingan tidak hanya ditentukan kemampuan individu, tetapi juga oleh kekompakan tim, konsistensi latihan, ketenangan dalam mengambil keputusan, dan semangat pantang menyerah.
Dalam ajang Potradda III Banten, terdapat lima jenis olahraga tradisional yang dipersiapkan untuk dipertandingkan. Yakni Terompah Panjang, Egrang, Gasing, Sumpitan dan Hadang. Setiap jenis olahraga membutuhkan kemampuan teknik, ketahanan fisik, konsentrasi, strategi serta kekompakan yang terus diasah melalui proses latihan dan pembinaan.
Lima jenis olahraga yang dilombakan memiliki karakteristik dan tantangan masing-masing. Terompah Panjang menuntut kekompakan dan koordinasi tim; Egrang membutuhkan keseimbangan dan keberanian; Gasing mengandalkan ketepatan teknik; Sumpitan memerlukan konsentrasi dan akurasi; sedangkan Hadang menuntut kelincahan, kecepatan, strategi, serta kerja sama tim.
Perbedaan karakteristik tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Melalui persiapan yang terarah dan dukungan seluruh pihak, Portina Kota Tangerang bertekad menghadapi Potradda III Banten dengan penuh optimisme. Lebih dari sekadar mengejar medali, perjuangan ini menjadi bentuk nyata komitmen untuk menjaga eksistensi olahraga tradisional dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.
Dari tradisi menjadi prestasi. Dari semangat kebersamaan menuju kebanggaan Kota Tangerang.
Official/Manager: Lilik Yulianto.
Pelatih :
1. Terompah Panjang: Alfian Fitrohzal
2. Egrang: Priyanto
3. Hadang: Deni Hermawan dan Syahrul Ibad
4. Gasing : Ahmad Gumrowi
5. Sumpitan : Mahtum
***
• Ateng San













