Proyek Galian Pipa PDAM di Pegadungan Kalideres Diduga Amburadul

OBORBANGSA.COM, JAKARTA – Proyek galian pipa air bersih milik PDAM di Jalan Satu Maret, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, menuai sorotan warga. Proyek yang hingga kini belum juga rampung itu justru meninggalkan dampak serius bagi lingkungan sekitar: jalan rusak parah, genangan air bercampur lumpur, hingga bau menyengat dari saluran air yang meluap ke badan jalan.

Kondisi tersebut membuat ruas Jalan Satu Maret berubah seperti kubangan. Lumpur bercampur air kotor menutupi sebagian badan jalan sehingga mengganggu aktivitas warga, pedagang, hingga pengguna jalan yang melintas setiap hari.

Situasi ini juga memicu kemacetan panjang, terutama pada jam-jam sibuk.

Salah seorang warga, Aini, mengatakan kondisi lingkungan kini terlihat kumuh dan tidak terurus sejak proyek galian tersebut berlangsung.

“ Jalan sudah rusak parah. Air dari saluran juga meluber ke jalan dan baunya menyengat. Setiap hari macet karena kondisi jalan amburadul seperti ini,” kata Aini.

Menurutnya, yang lebih memprihatinkan adalah minimnya respons dari pemerintah wilayah terhadap keluhan masyarakat yang sudah berlangsung cukup lama.

“Ini pemerintah daerah ke mana? Seolah tidak peduli dengan kondisi masyarakat. Lurah dan camat harusnya turun melihat langsung kondisi ini, jangan hanya sibuk dengan kegiatan seremonial sementara warga dibiarkan menghadapi jalan rusak dan bau menyengat setiap hari,” tegasnya.

Warga menilai proyek galian tersebut terkesan dikerjakan tanpa manajemen yang baik, karena selain memakan waktu lama, dampaknya terhadap lingkungan sekitar tidak ditangani dengan serius.

Padahal proyek penyediaan air bersih seharusnya menjadi program yang membawa manfaat bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan masalah baru.

“Kami tidak menolak pembangunan atau program air bersih. Tapi pelaksanaannya harus profesional. Jangan sampai masyarakat yang dikorbankan karena proyek yang dikerjakan asal-asalan,” ujar Aini.

Ia bersama warga lainnya mendesak Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat segera turun tangan untuk mengevaluasi proyek tersebut dan memanggil pihak PDAM maupun kontraktor yang mengerjakannya.

Warga juga meminta Suku Dinas Bina Marga dan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat segera melakukan penanganan darurat agar kerusakan jalan dan genangan air tidak semakin parah.

Sebab, jika terus dibiarkan, kondisi jalan yang berlumpur dan rusak tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

Padahal sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno telah menegaskan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah agar tidak lagi membiarkan jalan rusak atau berlubang di Jakarta karena dapat memicu kecelakaan hingga menelan korban jiwa.

Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi berbeda. Hingga kini, Jalan Satu Maret Pegadungan masih rusak dan berlumpur, sementara warga terus menunggu tindakan nyata dari pemerintah daerah maupun pihak PDAM untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Jika tidak segera ditangani, warga khawatir proyek yang seharusnya menjadi solusi penyediaan air bersih itu justru berubah menjadi sumber masalah baru bagi lingkungan dan keselamatan masyarakat. (Mega)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *