OBORBANGSA.COM, CIMAHI – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, aparat kepolisian bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat, Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono, turun langsung ke pasar untuk memastikan harga pangan tidak “liar” dan tetap dalam kendali pemerintah.
Didampingi Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Wirdhanto memimpin inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi. Ia menyusuri lapak-lapak pedagang untuk mengecek harga sekaligus memastikan stok bahan pokok tetap aman bagi masyarakat menjelang puasa.
Sidak tersebut menyasar sejumlah komoditas utama seperti daging ayam, daging sapi, beras, sayuran, hingga minyak goreng yang menjadi kebutuhan penting warga selama Ramadan.
“ Kami melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan harga tetap stabil, terutama pada 14 komoditas utama yang telah ditetapkan harga acuannya oleh pemerintah,” tegas Wirdhanto, Senin (9/3/2026).
Harga Ayam dan Daging Sapi Mulai Merangkak Naik
Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga kebutuhan pokok masih berada dalam batas wajar. Namun beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan.
Harga daging ayam ras yang sebelumnya berada di kisaran Rp34.000–Rp36.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp40.000–Rp42.000 per kilogram.
Petugas langsung memberikan peringatan kepada pedagang agar tidak menjual melebihi harga acuan Rp40.000 per kilogram.
Sementara itu, daging sapi juga mengalami kenaikan hingga menyentuh Rp140.000 per kilogram, lebih tinggi dari harga acuan pemerintah sebesar Rp130.000 per kilogram.
“Kami tidak akan ragu menelusuri sampai ke tingkat distributor atau rumah potong jika ditemukan indikasi permainan harga,” kata Wirdhanto dengan nada tegas.
MinyakKita Ikut Dipantau
Tak hanya daging, minyak goreng subsidi MinyakKita juga menjadi fokus pengawasan. Satgas mengingatkan pedagang agar tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.
Wirdhanto menegaskan pengawasan harga pangan akan terus diperketat menjelang Ramadan guna mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga yang merugikan masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa menjalani Ramadan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga bahan pokok,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkot Cimahi juga menyiapkan langkah antisipasi dengan menggelar operasi pasar murah jika harga pangan mulai melonjak tajam.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana memastikan pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan aparat kepolisian untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. (Mega)













