Janji Tinggal Janji! Tarif WiFi Dukodu Tak Turun, Sinyal pun Kerap Bermasalah

OBORBANGSA.COM, BOGOR — Keluhan terhadap layanan internet kembali mencuat. Kali ini datang dari pelanggan WiFi Dukodu di wilayah Tenjolaya, Kabupaten Bogor, yang mengaku tarif langganannya tak kunjung berubah meski sudah mendapat konfirmasi resmi dari pihak customer service.

Pelanggan dengan nomor layanan 08821393 mengungkapkan telah menghubungi layanan pelanggan Dukodu melalui WhatsApp di nomor 0811-5634-634 pada Jumat, 12 Februari 2026, untuk mengajukan perubahan paket.

Dalam percakapan tersebut, pihak customer service sempat memberikan kepastian bahwa tarif akan disesuaikan.

“ Baik kak, akan kami ganti untuk paketnya di bulan depan menjadi paket Rp100 ribu sebelum PPN 11% dan biaya admin Rp2.500,” tulis customer service Dukodu.

Namun hingga kini, realisasi janji tersebut tak kunjung terlihat. Pelanggan mengaku masih dikenakan tarif lama tanpa adanya perubahan.

“Sudah dikonfirmasi ke pusat, tapi sampai sekarang tarifnya tetap sama, tidak ada perubahan,” keluhnya.

Tak hanya soal tarif, pelanggan juga menyoroti kualitas jaringan yang dinilai belum optimal. Dalam beberapa kesempatan, koneksi internet disebut kerap mengalami gangguan.

“Kadang sinyal internet tidak berfungsi dengan baik, jadi kami terpaksa menggunakan internet dari telepon genggam masing-masing,” tambahnya.

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam, lantaran pelanggan merasa telah mengikuti prosedur resmi namun tidak mendapatkan tindak lanjut yang sesuai dengan janji perusahaan.

Minimnya kepastian dari layanan pelanggan dinilai mencerminkan lemahnya respons serta buruknya manajemen penanganan keluhan konsumen.

Jika tidak segera ditindaklanjuti, persoalan ini berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap layanan Dukodu, khususnya di wilayah Bogor yang terus berkembang sebagai kawasan penyangga ibu kota.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dukodu terkait keterlambatan perubahan tarif maupun keluhan kualitas jaringan tersebut.

Pelanggan pun berharap adanya kejelasan, transparansi, serta tanggung jawab dari pihak penyedia layanan, agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan konsume. (Mega)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *