OBORBANGSA.COM, JAKARTA – Proyek galian pipa PAM di Jalan Raya Semanan, Kecamatan Kalideres, Kota Administrasi Jakarta Barat dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.
Pantauan dilokasi terlihat beberapa tumpukan karung dan tanah sisa galian yang belum seluruhnya dibersihkan dari badan jalan.
Aktivis pemerhati lingkungan di wilayah Semanan Rudi Hartono menilai, proyek galian tersebut menyebabkan akses pejalan kaki terganggu lantaran jalur pedestrian tertutup tumpukan karung dan material proyek.
“Di Semanan ini aktivitas warga padat pada pagi dan sore hari, saat berangkat dan pulang kerja. Kalau akses pejalan kaki ditutup tumpukan karung sangat jelas mengganggu,” kata Rudi, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, dampak proyek tidak hanya dirasakan pejalan kaki, tetapi juga pengguna kendaraan bermotor karena sebagian badan jalan ikut digali sehingga memicu kemacetan.
“Jalan Semanan ini rawan macet saat orang berangkat kerja dan pulang kerja. Sebaiknya pengerjaan proyek dilakukan secara profesional agar tidak mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.
Rudi menyarankan agar pengerjaan proyek dilakukan pada malam hari guna meminimalisir gangguan terhadap aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas di kawasan tersebut.
“Sebaiknya dikerjakan malam hari saja, biar tidak mengganggu,” ungkapnya.
Dia juga berharap pihak pelaksana proyek memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama proses pengerjaan berlangsung, termasuk menyediakan akses aman bagi pejalan kaki dan pengguna jalan.
“Karung-karung galian yang berada di badan jalan tolong diangkut dan dibersihkan dong, agar terlihat rapi dan tertata,,” tegasnya.(Her)













