Kepala BNPB Apresiasi Kinerja Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Longsor Cisarua

 OBORBANGSA.COM, BANDUNG BARAT – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengapresiasi upaya Tim Search and Rescue (SAR) gabungan salam upaya operasi pencarian dan pertolongan atau SAR korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kepala BNPB menyampaikan, upaya SAR mencatatkan kinerja signifikan sejak hari pertama hingga saat ini. Operasi SAR telah berhasil mengevakuasi sejak awal operasi SAR hingga Minggu, pukul 16.13 WIB mencapai 74 kantong jenazah sehingga diperkirakan menyisakan enam korban hilang.

Dari total temuan tersebut, 57 jiwa telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dari 58 kantong yang telah diperiksa, sedangkan 15 lainnya masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.

Lebih lanjut, Letjend TNI Suharyanto menyampaikan, ahli waris keluarga korban teridentifikasi telah mendapatkan santunan dari Kementerian Sosial.

BNPB mendukung operasi SAR dengan melakukan operasi modifikasi cuaca atau OMC. Dengan cuaca hujan ini akan memperlambat upaya di lapangan karena kondisi tanah yang labil akan membahayakan para personel saat beroperasi di kawasan longsoran, demikian dikutip dari keterangan tertulis dari Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

“Cuaca hujan terus namun kita melakukan operasi modifikasi cuaca. Alhamdulilah bisa membantu walaupun tidak sama sekali menghentikan,” ujar Kepala BNPB.

Kepala BNPB Suharyanto menambahkan, ketika cuaca terang para personel SAR kembali melakukan pencarian dan evakuasi di lokasi terdampak. Hingga kini, personel dibantu alat berat dan anjing pelacak.

Letjen TNI Suharyanto mengatakan, masa tanggap darurat ditargetkan selesai dalam dua minggu ini dan tidak diperpanjang. Ia berharap situasi pascabencana dapat segera kembali pulih dan terkendali. Sementara itu, terkait dengan proses pemulihan, BNPB dan pemerintah daerah telah mendata jumlah rumah rusak berat atau hancur akibat longsor sebanyak 48 unit.

Selain rumah pada kondisi tersebut, Kepala BNPB Suharyanto juga menyampaikan perlunya identifikasi rumah-rumah yang terancam dan harus direlokasi.

Pada kesempatan itu, BNPB akan memberikan bantuan dana tunggu hunian kepada keluarga yang terdampak langsung dan saat ini tinggal bersama keluarga atau kerabat. Pemberian bantuan akan diberikan pada Januari ini hingga Maret nanti.

“Kemudian apabila mereka memang terdampak langsung dan harus mengungsi di rumah keluarganya, tidak apa-apa, Haknya juga akan diberikan kalau rumahnya rusak, hilang, rusak berat, mereka juga mendapatkan dana tunggu hunian,” tambahnya.

Kunjungan kedua Kepala BNPB di lokasi terdampak juga bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi. Letjend Suharyanto menyampaikan bantuan dari banyak pihak telah membantu masyarakat korban longsor.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *