OBORBANGSA.COM, JAKARTA — Denyut ekonomi di Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng, Jalan Cenderawasih, Jakarta Barat, kian melemah. Lapak-lapak ikan hias yang dulu ramai kini terlihat lengang. Para pedagang pun mulai angkat suara—bukan sekadar mengeluh, tapi mendesak solusi nyata.
Dalam beberapa bulan terakhir, penurunan jumlah pembeli terasa signifikan. Omzet merosot, sementara biaya operasional terus berjalan. Di tengah kondisi ini, para pelaku usaha kecil tersebut harus berjuang ekstra agar tetap bertahan.
“ Sekarang jauh lebih sepi. Dulu akhir pekan bisa ramai, sekarang belum tentu ada pembeli,” ujar Ahmad, salah satu pedagang, Sabtu (25/4/2026).
Situasi ini tak hanya dipicu oleh melemahnya daya beli masyarakat, tetapi juga minimnya inovasi promosi dan pendampingan yang dirasakan langsung oleh pedagang. Mereka menilai, peran pemerintah—khususnya Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat—belum maksimal menyentuh kebutuhan di lapangan.
Padahal, sebagai ujung tombak pembinaan sektor perikanan, Sudin KPKP memiliki tanggung jawab strategis, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga penguatan pemasaran. Namun, para pedagang merasa masih berjalan sendiri di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
“Yang kami butuhkan bukan cuma pengawasan. Kami butuh dibimbing, diajarkan cara pemasaran yang mengikuti zaman, termasuk digital,” tegas Ahmad.
Tak berhenti di situ, kondisi fisik kawasan TPHP Cengkareng juga ikut disorot. Beberapa fasilitas tampak mulai menurun kualitasnya—dari bangunan, area parkir, hingga fasilitas umum seperti toilet dan kantin. Lingkungan yang kurang nyaman dinilai ikut menurunkan minat pengunjung.
Padahal, lokasi ini sejak awal dirancang sebagai pusat promosi hasil perikanan. Ironisnya, tanpa promosi yang kuat dan berkelanjutan, kawasan tersebut justru kehilangan daya tariknya.
Para pedagang berharap ada gebrakan nyata: event rutin, festival ikan hias, hingga promosi digital yang masif agar TPHP kembali dikenal luas oleh masyarakat.
“Kalau tempat ini hidup lagi, bukan cuma pedagang yang untung. Banyak orang bisa ikut merasakan dampaknya,” tambahnya.
Kondisi ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Sektor ikan hias bukan sekadar hobi, tetapi bagian dari roda ekonomi mikro yang menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.
Kini, harapan para pedagang sederhana: hadirnya pemerintah bukan hanya sebagai pengawas, tetapi sebagai mitra aktif yang mampu menghidupkan kembali pasar yang mulai redup.
Tanpa langkah konkret, bukan tidak mungkin TPHP Cengkareng hanya tinggal nama—sebuah sentra yang pernah berjaya, namun perlahan ditinggalkan. (Mega)













