OBORBANGSA.COM, JAKARTA – 21 September 2026 – Gelombang mutasi ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan yang dilakukan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menuai kontroversi dan polemik di lingkungan internal dan juga istana. Banyak nama-nama yang dianggap tidak kompeten muncul, sementara Sebagian pejabat esselon yang justru berprestasi tersingkir.
Dirjen Pajak Bimo Wijayanto dan Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama meminta Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk menunda mutasi pejabat esselon yang ada Sebagian yang tidak melalui prosedur seharusnya. “Ada nama-nama Ajaib yang muncul dalam muncul dalam daftar usulan pejabat esselon, padahal mereka tidak ikut assessment.”
Diduga nama-nama Ajaib tersebut Adalah titipan Sekjen Kemenkeu Robert Leonard Marbun, yang bermain dalam jual beli jabatan. Suahasil Nazara juga terbuka untuk KPK bertindak melakukan penyidikan, jika memang benar Robert Leonard Marbun melakukan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan.
Bimo menyatakan, para pejabat yang terindikasi tidak mengikuti proses assessment langsung dibatalkan dan dikembalikan ke posisi semula.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara juga memberikan pernyataan untuk mengkaji ulang rotasi yang dilakukan Purbaya, yang diduga juga atas masukan Sekjen Leonard Marbun.
“Kita mendiskusikan ya, melihat proses maupun yang sedang terjadi, yang sudah terjadi, proses maupun aktivitas dari yang sudah terjadi. Saya masih menunggu dari teman-teman seluruh unit esselon 1, karena kan yang Namanya penunjukkan pejabat itu ada jenjang-jenjangnya dan kemudian juga dilakukan secara Bersama-sama oleh seluruh unit.” Ungkap Suahasil di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/9/2026)













